Jumat, 09 Mei 2014

Kepada Kamu...



Kepada kamu yang menghilang, kepada kamu yang tak tahu dimana sekarang. Apa kamu mendengar jeritan tangis yang amat hebat, jeritan tangis yang diliputi rasa sesak karena menahan rindu yang amat dalam. Rindu yang diketahui tak akan pernah mendapat balasan.  Hanya mampu tertahan dalam lubuk hati yang terdalam, mencoba mengatakan kepada bibir ini untuk tidak mengutarakannya. “Tahanlah, cobalah untuk menahannya walaupun hati ini sudah dipenuhi oleh rasa sesak itu. Aku tak apa. Biarlah, biar saja dia tidak tahu akan itu”. Katanya.

Kepada kamu yang dipenuhi oleh rindu dari sosok yang sama.  Sosok yang tidak akan mungkin ingin kamu gapai, sosok yang seharusnya lenyap dari pikiranmu, tetapi masih sibuk untuk mengumpulkan ribuan rindu yang mungkin bisa saja meledak jika memang dia sudah merasakan sesak dan tidak lagi kuat untuk menahannya. Mungkin sewaktu-waktu kamu akan ditampar sebegitu kerasnya oleh rindu-rindu yang telah dikumpulkannya sejak lama.

Kepada kamu yang pergi diam-diam, entahlah, aku tidak tahu akan seberapa banyak rindu yang aku kumpulkan, rindu yang sangat hebat yang hanya bisa mampu kutahan sendirian, merindukan segalanya tentang kamu.

Kepada kamu yang selalu aku rindukan tanpa henti, aku berharap dalam diammu, aku berharap dalam hilangmu, aku berharap dalam ketidakpedulianmu, aku berharap dalam sikap dinginmu, kamu juga merindukanku dalam diam, bahkan merindukanku lebih dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar