Jumat, 18 April 2014

Terima Kasih :)



Hai, kepada seorang yang mampu membuat gugup ketika menyadari ada kamu. Terkulai lemas karena menahan perasaan yang campur aduk, antara seneng, gembira, gugup, dan salah tingkah. Cuma karena melihat kehadiran kamu. Ya, mungkin karena seorang perempuan, yang berlebihan ketika bertemu dengan seorang yang dia suka. Padahal orang yang kita suka belum tentu seneng ketika bertemu kita, mungkin yang ada malah pengen cepet pergi. Rungseb. Ciyan.

Hai, kepada seorang yang telah memberikan kenangan singkat itu. Kenangan yang gak bisa dengan mudah diabaikan begitu saja. Walaupun singkat, tapi itu termasuk kedalam kenangan lho. Buat kamu yang telah membuat kenangan itu, gak seharusnya melupakan gitu aja. Kan kamu yangciptainnya, nah lho.

Tapi kayaknya emang kamu udah lupa deh sama semua itu, mungkin menurut kamu itu tuh gak ada artinya, cuma sesuatu hal yang harus segera dimusnahkan biar gak ngeribetin pikiran kamu. Iya. gitu kan..

Dasar perempuan, ya tapi emang gitu nyatanya, kalau kita udah suka sama seseorang ya pasti kita seneng dong walaupun cuma bisa ngeliat dia, dari belakang :') 

Gak cuma punya perempuan aja sih, tapi pasti lelaki juga bakal kayak gitu waktu gak sengaja ngeliat orang yang dia suka, meskipun orang itu gak ngeliat kamu :(

Balik lagi ke soal kenangan, buat yang pernah juga diberi kenangan singkat bilang terima kasih ya, jangan malah ngejudge yang engga-engga, karena pada dasarnya orang yang kamu suka itu, sempet bikin kamu bahagia gak ketulungan :)


Rabu, 16 April 2014

Bantu Aku untuk terus Berjuang atas Kamu


Tahukah bila rasa ini ada sejak aku tak tahu siapa sebenarnya kamu?
Rasa yang timbul sejak pertama aku diam-diam menatap kamu
Apa kamu tahu perasaan ini ketika aku menyadari keberadaanmu disekitarku?
Rasanya, aliran darah ini berhenti sekejap, gugup, senang. Namun, tidak bisa diungkapkan
Hanya mampu tertahan, dalam diam

Tahukah kamu ketika aku sadar bahwa saat kamu tak sengaja menoleh kearahku? Melihatku, dan menyadari bahwa ada aku disekitarmu?
Senang, tak tahu harus berbuat apa, yang bahkan kamu sendiri tidak peduli, dan hanya sebatas menganggap " tak sengaja mataku menoleh kearahmu "
Mungkin perasaan kamu tak sehebat aku. Datar

Aku juga tak mengerti, apa sebenarnya yang aku rasa
Hanya rasa kagumkah?
Hanya rasa suka yang sesaatkah?
Atau memang ini sebuah perasaan yang tulus adanya. Sebuah perasaan Cinta
Entahlah..

Ketika kau mengetahui semua perasaanku terhadap kamu
Dan ketika itulah kamu juga menginginkan aku untuk berjuang atas kamu
Entahlah, ini sebuah penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin ini sebuah pengabaian diam-diam
Tanpa memberi suatu kejelasan yang kamu inginkan

Tapi, aku ingin membuktikan pada kamu, membuktikan rasa ini memang ada, nyata , untuk kamu. Ya, hanya untuk kamu
Bantu aku untuk terus meyakinkan kamu, Bantu aku untuk terus bertahan dalam diammu, bantu aku untuk terus tenggelam dalam ketidakjelasan kamu,
Bantu aku untuk terus berjuang atas kamu