Kamis, 08 Mei 2014

Jangan Hentikan Hujan itu, Aku tak Ingin


Sedikit demi sedikit tetes hujan yang membasahi, menjadi saksi, menjadi jawaban atas tuhan bahwa nikmatilah setiap tetes hujan itu, nikmatilah dan resapilah. Mungkin itu yang dikatakannya.
Hingga tetesan-tetesan itu berubah menjadi derasan air hujan yang mengguyur, mungkin tuhan menambahkan ucapannya, nikmatilah kebersamaan itu, kebersamaan yang singkat, yang takkan aku beri untuk kedua kalinya, pergunakanlah dengan baik.

Hujan itu, hujan yang mengguyur mampu menorehkan senyum yang tiada henti yang tersudut dibibirku tanpa sepengetahuan dia, orang yang mampu membuatku hampir tidak bisa terlelap setiap malam. Menyadari bahwa itu nyata, aku mencoba untuk menampari pipiku berkali-kali, menyadari bahwa itu bukanlah mimpi. Ini benar-benar terjadi, dia ada didepanku, berada dijarak yang sangat dekat tanpa disekat oleh apapun. Dia ada bersamaku, menikmati setiap detik bersama, bersama hujan yang tak kunjung reda, walaupun aku tahu pikirannya tak sepenuhnya tertuju padaku.

Mencoba memori otakku untuk menyimpan nada suaranya, menyimak setiap kalimat yang diucapkannya, yang larut dalam candaan dan tawaan–tawaan kecil didalamnya. Sungguhlah aku sangat menikmati setiap detik saat bersamanya.

Terdiam dalam kesibukan masing-masing, tak tahu apa yang harus aku lakukan, yang aku tahu, aku hanya berusaha untuk tak terlihat aneh dihadapannya. Aku diam, diam karena senang, tak mampu banyak berucap walaupun aku telah membuat, merangkai kata-kata, apa yang akan dibicarakan agar peristiwa yang mustahil adanya itu menjadi peristiwa yang benar-benar mampu membuatku bahagia.

Dalam diamnya, aku juga diam-diam memperhatikan wajahnya, mungkin dia tak sadar bahwa aku sedang asik memperhatikannya. Aku tersenyum dalam hati, menahan sesak karena bahagia ini tidak dapat aku tunjukkan langsung padanya, aku berusaha untuk menahan bahagia ini dalam hati. Ingin rasanya berteriak, melepaskan semua yang dirasakan karena senang yang berlebihan, tapi sulit. Diam mungkin lebih baik. Karena aku tak sepenuhnya tahu apa dia juga merasakan itu.

Dan aku hanya berharap agar hujan tak reda, agar hujan tak menghilang pertanda habislah waktuku untuk bersamanya. Aku tidak ingin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar