Debar itu masih ada, ketika kamu tak sengaja terlintas di pikiranku.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu ketika tawaku dan tawamu bersatu, entah karna hal apa.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa pundakmu mampu menghilangkan penatku.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa senyummu untukku, hanya untukku
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa genggam tanganmu adalah pertandamu menjagaku
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu bahwa tatapmu adalah tatapan ternyaman yang aku tau
Debar itu masih ada ketika tak sengaja aku memutar waktu bahwa setiap kalimatmu mampu meyakinkanku bahwa tujumu adalah aku
Debar itu masih ada ketika aku tak sengaja memutar waktu bahwa semua hal tentangmu adalah hal yang aku mau.
Dan debar itu akan selalu ada, bila mataku, telingaku, dan hatiku semua terlintas tentangmu.
Senin, 11 Juni 2018
Minggu, 03 Juni 2018
Sebuah Tunggu
Kau tahu apa yang paling ditunggu dari sebuah tunggu?
Menoleh ke setiap arah, berharap mataku menemukan wajahmu, menemukan kamu.
Kau tahu apa yang paling ditunggu dari sebuah tunggu?
Ketika mataku tak sengaja mendarat dimatamu.
Kau tahu apa yang paling ditunggu dari sebuah tunggu?
Ketika Tuhan mengijinkan kita bertemu.
Menoleh ke setiap arah, berharap mataku menemukan wajahmu, menemukan kamu.
Kau tahu apa yang paling ditunggu dari sebuah tunggu?
Ketika mataku tak sengaja mendarat dimatamu.
Kau tahu apa yang paling ditunggu dari sebuah tunggu?
Ketika Tuhan mengijinkan kita bertemu.
Bersatu dalam tatap yang penuh rindu.
Langganan:
Postingan (Atom)