Aku,
ya aku memang tidak pernah pandai dalam mencintaimu, aku bukan lah orang yang
bisa mengertimu seutuhnya. Aku memang tidak bisa meyakinkanmu perihal ini. Aku memang
bukan dirinya yang bisa sepenuhnya kamu inginkan. Aku memang tidak bisa
melakukan apa yang dia lakukan untukmu. Aku
disini hanya setitik noda dari ribuan coretan pada kertasmu. Dengannya. Aku tidak bisa mengubah apapun. Aku tidak akan
pernah bisa memberikan coretan yang sama pada kertasmu. Aku bukan dia yang bisa
mencintai seperti dia yang mencintaimu dengan utuh.
Aku
disini hanyalah diri yang mencoba untuk melakukan itu, menerka-nerka seperti
apa cinta yang kau inginkan. Menerka-nerka seorang diri semua tentangmu, hanya
seorang diri. Melawan semua angin yang mencoba untuk menjatuhkan tegak
berdiriku, terhadapmu. Aku hanya seorang yang sedang mencoba memberimu perlahan
ketulusan yang kupunya ini. Ah, tidak sampai kapanpun aku memang tidak akan pernah
bisa pandai dalam mencintaimu. Buktinya aku tidak berhasil untuk membuatmu tersenyum
seperti yang kuinginkan waktu itu walau hanya sekali lagi, saja. Ternyata benar
mencintaimu bukanlah perkara yang mudah, sebab aku harus berkali-kali terjatuh.
Menikmati kesakitan yang kubuat sendiri, memilih untuk menikmati rindu yang
tiada pernah bisa tertuju, memasuki ruang yang terkunci itu, hatimu.
Katakan
padaku apa yang harus aku lakukan? Berhentikah? Menyerahkah? Itukah yang
harusnya kulakukan? Tenanglah perihal itu aku pernah mencobanya, tetapi hati
kecilku mengatakan aku harus tetap bertahan dalam cinta yang memakan hatiku
sendiri. Hei bukankah ini pertanda bahwa aku sedang belajar mencintamu dalam
kepedihanku?
Bimbang,
aku takut untuk menyerah. Sungguh.
Bolehkah
aku meminta satu hal darimu? Hanya satu saja? Bolehkah? Aku hanya meminta
kepadamu tolong ajari aku bagaimana cara mencintaimu dengan benar layaknya
ayahku yang mengajariku bagaimana caranya berjalan dengan benar tanpa harus
tersandung batu didepan mataku. Atau mungkin dengan sangat berat hati dan
sebenarnya tidak ingin kulakukan, tolong ajari aku untuk tidak lagi mencoba
untuk mencintaimu.
(Tapi
dalam hati terkecilku aku memohon bahwa kamu tidak pernah menginginkan aku
untuk menyerah dalam mencintaimu).