Pernahkah kamu berpikir tentang dia, orang yang kamu banggakan, orang yang kamu cintai sebegitu dalamnya merasakan apa yang kamu rasakan? Terjatuh dalam sebuah perasaan yang sia-sia? Sebuah perasaan yang dalam, namun tak berarti untuk seorang yang kamu cintai itu. Entah ..
Sebuah perasaan
yang timbul sebegitu nyatanya, hanya untuk dia. Tapi dia tak berani untuk
melihatnya. Karena dia memutuskan untuk tidak ingin terjebak didalamnya. Dia
lari dengan cepat, lari menghindarimu, lalu menghilang dalam kejauhan hingga
kamu tak lagi dapat menjangkau keberadaanya.
Tak sadarkah
kamu bahwa dia memang tak inginkan kamu? Tak sadarkah kamu bahwa yang ia
lakukan adalah satu-satunya cara untuk tak terlibat dengan kisahmu? Tak
sadarkah kamu bahwa ia tidak mau ada kamu dalam hidupnya? Sadarlah.
Ketika keegoisan
sudah menggelayuti, kenyataan yang pahit juga sudah ada didepan wajahmu,
menamparimu berkali-kali,mencoba menyadarkanmu bahwa dia memang tidak
mencintaimu. Bodoh.
Apa kamu mau
terus berada dalam kebodohan yang kamu buat sendiri? Terus berharap bahwa suatu
saat dia, orang yang kamu cintai mampu mencintaimu lebih dari kamu
mencintainya? Bahwa suatu saat kamulah orang yang pantas untuk bersama dia?
Bahwa suatu saat kamulah orang yang menjadi pilihan terakhir untuk hidupnya,
dan menghabiskan sisa hidupnya denganmu? Apa kamu yakin itu akan terjadi kepada
kamu, bila sebenarnya memang kini dia sudah menemukan orang yang patut untuk
dicintainya dengan dalam?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar