Entahlah,
rupanya aku belum cukup bisa untuk melupakanmu dengan segera sesuai dengan apa
yang kamu inginkan. Kiranya, aku masih ingin diberikan tambahan waktu untukku
memusnahkannya. Memusnahkan segalanya tentangmu.
Kiranya, aku
pernah berpikir dengan dangkal, hebatnya dirimu yang mampu memasukkanku kedalam
lubang yang bernama cinta, dan kamu tutup dengan mudahnya lubang itu dengan
batu yang besar hingga membuatku tak bisa keluar. Terperangkap dalam lubang
cinta yang tak tahu bagaimana cara untuk lepas dari sana. Kamu membuatku
terjebak didalamnya, karena semakin keras usahaku untuk membuka lubang itu,
semakin kuat usahaku untuk mendorong lubang itu, entahlah, hanya sebuah usaha
sia-sia yang kudapat. Yang ada aku semakin terluka karena itu.
Tertawalah
sepuasmu, tertawalah dengan kencangnya karena kamu telah berhasil membuatku
terpenjara akan permainan yang kuanggap indah itu. Tapi, entahlah aku hanya
bisa tersenyum dan menelan segala sesak melihat kenyataan itu.
Katamu, kamu
telah menutup rapat hatimu untuk siapapun yang tak sanggup untuk bisa menjadi
sepertinya.
Kiranya,
Karenamu, akupun
tak ingin membuka hati untuk siapapun yang tak bisa menjadi dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar