Aku sempat melihat ragamu tadi. Kamu terdiam, mungkin
kamu tidak menyadari keberadaanku. Ah, rasanya menyadaripun, itu biasa saja.
Datar. Melihat kamu sepertinya baik-baik saja. Syukurlah, Tuhan sepertinya
telah menjabah sebagian dari banyaknya harapku. Tiada yang berubah dari
penampilanmu. Selalu terlihat rapi dan tampan. Rasanya, ketika mata ini tak
sengaja membidikkan pandangannya kearah dimana kamu berdiam, seakan mata ini
langsung tak ingin berpaling dari pandangan itu. Pandangan terhadap kamu. Ya,
dirimu, Tuan.
Rasanya, ketika aku menemukan bahwa kamu hanya berada
dijarak yang dekat denganku, seketika otakku langsung memutarkan kembali memori
itu. Kenangan akan kamu. Indah.
Kurasa, kenangan itu memang hanya tinggal kenangan. Kedua
telapak tanganku yang selalu menengadah meminta pada-Nya untuk kembali
mengulang masa itu, nampaknya hanyalah angan-angan semata.
Tenanglah, Tuan. Aku tidak akan pernah melupakan hal yang
kuanggap indah itu. Mampu melihat senyummu, dan sempat merasakan kepedulianmu
akan aku. Terima kasih untuk itu semua, terima kasih untuk pernah sempat ada
untukku.
Aku akan terus berdoa untuk kebaikanmu dan mencoba
meminta dengan terbata kepada Tuhan. Sudikah Ia untuk mengulang itu semua
dengan kekal.
250614
Tidak ada komentar:
Posting Komentar