Kamis, 26 Juni 2014

250614

Aku sempat melihat ragamu tadi. Kamu terdiam, mungkin kamu tidak menyadari keberadaanku. Ah, rasanya menyadaripun, itu biasa saja. Datar. Melihat kamu sepertinya baik-baik saja. Syukurlah, Tuhan sepertinya telah menjabah sebagian dari banyaknya harapku.  Tiada yang berubah dari penampilanmu. Selalu terlihat rapi dan tampan. Rasanya, ketika mata ini tak sengaja membidikkan pandangannya kearah dimana kamu berdiam, seakan mata ini langsung tak ingin berpaling dari pandangan itu. Pandangan terhadap kamu. Ya, dirimu, Tuan.

Rasanya, ketika aku menemukan bahwa kamu hanya berada dijarak yang dekat denganku, seketika otakku langsung memutarkan kembali memori itu. Kenangan akan kamu. Indah.
Kurasa, kenangan itu memang hanya tinggal kenangan. Kedua telapak tanganku yang selalu menengadah meminta pada-Nya untuk kembali mengulang masa itu, nampaknya hanyalah angan-angan semata.

Tenanglah, Tuan. Aku tidak akan pernah melupakan hal yang kuanggap indah itu. Mampu melihat senyummu, dan sempat merasakan kepedulianmu akan aku. Terima kasih untuk itu semua, terima kasih untuk pernah sempat ada untukku.

Aku akan terus berdoa untuk kebaikanmu dan mencoba meminta dengan terbata kepada Tuhan. Sudikah Ia untuk mengulang itu semua dengan kekal.




250614

Tidak ada komentar:

Posting Komentar