Selasa, 29 Juli 2014

Aku hanya Butuh Waktu

Tenanglah. Sabar. Aku hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk benar-benar menyerah dalam perjuangkan kamu. Sungguh ini bukan hal yang mudah bagiku untuk menyerah atas apa yang sedang aku perjuangkan, meski harusnya kamu tahu bahwa rasaku nyata untukmu dan aku berusaha untuk menambah kadar itu disetiap harinya. Tapi, aku sepertinya telah salah. Kamu tidak menginginkannya.

Rasanya sangat sulit untukku mempertahankan perasaan yang tiada pembalasan. Bukannya aku egois, tapi bukankah perasaan yang besar akan terkikis sedikit demi sedikit bila terabaikan? Bukankah perasaan yang besar akan hilang dengan perlahan bila sang empunya tiada mengusik sediktpun? Dan bukankah itulah yang kamu inginkan? Menghilang dari hadapan dan tiada lagi mengusikmu dengan rasa yang kamu anggap bodoh ini? Berusaha sekuatmu untuk menenggelamkan semua rasaku?

Jangan salahkan aku, jangan salahkan perasaan aku yang ada untukmu. Jangan. Ini hanya sebuah rasa yang wajar adanya bagi mereka yang mengerti dan merasakan. Bisa merasakan bagaimana jatuh cinta. Bisa merasakan bagaimana rasanya berada diatas awan karena kegirangan. Dan bisa merasakan bagaimana rasanya terabaikan. Jatuh. Terpuruk. Tenggelam. Mati atas perasaan itu sendiri.
Aku tahu, kamu amat tidak menginginkan ini. Tenanglah. Perlahan semua keinginanmu akan terwujud. Aku hanya butuh waktu bia kamu mau. Dan ingatlah, bukan berarti aku benar-benar menyerah atas kamu. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar