Tenanglah.
Sabar. Aku hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk benar-benar menyerah
dalam perjuangkan kamu. Sungguh ini bukan hal yang mudah bagiku untuk menyerah
atas apa yang sedang aku perjuangkan, meski harusnya kamu tahu bahwa rasaku
nyata untukmu dan aku berusaha untuk menambah kadar itu disetiap harinya. Tapi,
aku sepertinya telah salah. Kamu tidak menginginkannya.
Rasanya sangat
sulit untukku mempertahankan perasaan yang tiada pembalasan. Bukannya aku
egois, tapi bukankah perasaan yang besar akan terkikis sedikit demi sedikit
bila terabaikan? Bukankah perasaan yang besar akan hilang dengan perlahan bila
sang empunya tiada mengusik sediktpun? Dan bukankah itulah yang kamu inginkan?
Menghilang dari hadapan dan tiada lagi mengusikmu dengan rasa yang kamu anggap
bodoh ini? Berusaha sekuatmu untuk menenggelamkan semua rasaku?
Jangan salahkan
aku, jangan salahkan perasaan aku yang ada untukmu. Jangan. Ini hanya sebuah
rasa yang wajar adanya bagi mereka yang mengerti dan merasakan. Bisa merasakan
bagaimana jatuh cinta. Bisa merasakan bagaimana rasanya berada diatas awan
karena kegirangan. Dan bisa merasakan bagaimana rasanya terabaikan. Jatuh.
Terpuruk. Tenggelam. Mati atas perasaan itu sendiri.
Aku tahu, kamu
amat tidak menginginkan ini. Tenanglah. Perlahan semua keinginanmu akan
terwujud. Aku hanya butuh waktu bia kamu mau. Dan ingatlah, bukan berarti aku
benar-benar menyerah atas kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar