Senin, 11 Juni 2018

Perihal Debar

Debar itu masih ada, ketika kamu tak sengaja terlintas di pikiranku.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu ketika tawaku dan tawamu bersatu, entah karna hal apa.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa pundakmu mampu menghilangkan penatku.
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa senyummu untukku, hanya untukku
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu mengingat bahwa genggam tanganmu adalah pertandamu menjagaku
Debar itu masih ada, ketika aku tak sengaja memutar waktu bahwa tatapmu adalah tatapan ternyaman yang aku tau
Debar itu masih ada ketika tak sengaja aku memutar waktu bahwa setiap kalimatmu mampu meyakinkanku bahwa tujumu adalah aku
Debar itu masih ada ketika aku tak sengaja memutar waktu bahwa semua hal tentangmu adalah hal yang aku mau.
Dan debar itu akan selalu ada, bila mataku, telingaku, dan hatiku semua terlintas tentangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar