Tokoh-tokoh Filsuf Barat era Klasik
1. Thales (635-545 SM)
Dalam sejarah filsafat, Thales dijuluki sebagai filsuf Yunani pertama.
Keterangan tentang Thales banyak berasal dari Aristoteles. Thales
berusaha menjawab pertanyaan: apa asal-usul segala sesuatu. Menurut
Thales, bahan dasar dari segala sesuatu adalah air.
2. Anaximandros (611-545 SM)
Anaximandros adalah teman sejawat Thales. Dia juga mencari jawaban atas
pertanyaan sama yang menggugah Thales. Tapi menurut dia. Prinsip
pertama dan utama itu tidak mungkin air seperti yang dikatakan Thales.
Menurut dia, prinsip pertama dari segala benda adalah to aperion (yang
brarti substandi yang tak terbatas). To aperion itu kekal dan tak
dimakan usia, itulah yang merangkum seluruh jagad.
3. Anaximenes (588-524 SM)
Menurut Anaximenes, prinsip dasar segala sesuatu adalah udara. Udara
adalah prinsip kehidupan. “sebagaimana halnya jiwa kita, yakni udara,
mempersatukan kita, demikian juga nafas dan udara merangkul seluruh
dunia,” kata anximenes. Jadi, udara adalah prinsip dasar (Urstoff) dari
dunia.
4. Pythagoras (580-500 SM)
Pythagoras mendirikan sebuah tarekat keagamaan di Kroton, Italia
Selatan. Pythaghoras dijuluki “pemimpin dan Bapak Filsafat Ilahi”.
Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah.
Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya.
Menurutnya prinsip dari segala-galanya adalah matematika, semua benda
dapat dihitung dengan angka, dan kita dapat mengekspresikan banyak hal
dengan angka-angka.
5. Xenophanes (570-480 SM)
Xenophanes bukan filsuf, tetapi seorang pemikir yang kritis. Xenophanes
menolak anthropomorfisme allah-allah. Ia berpendapat bahwa Allah
bersifat kekal. Dia menolak anggapan bahwa Allah dilahirkan. Maka dapat
disimpulkan bahwa menurut dia, Allah tidak memiliki permulaan.
6. Herocleitos (540-475 SM)
Ia memandang rendah orang-orang kebanyakan. Bahkan orang-orang ternama
masa sebelumnya, tidak dihargainya. Di bidang agama, ia tidak menghargai
misteri-misteri. Ia mengajarkan pandangan panteistik tentang Allah.
Ajarannya dikenal dengan panta rei. Artinya, segala sesuatu mengalir.
7. Pamenides dan Melissus (451-449)
Parmenides inilah yang pertama-tama berfilsafat tentang “yang ada”. Dia
memperkenalkan metafisika. Inti ajarannya adalah: Being, the One, is,
and that becoming, change, is illusion. Pluralitas adalah ilusi.
8. Zeno (490-?
Zeno adalah murid Parmenides. Dia memberikan sejumlah argumen brilian
untuk membuktikan bahwa tidak mungkin ada gerak, misalnya teka-teki
Achilles dan kura-kura.
9. Empodocles
Empodocles seperti Parmenides, mengajarkan bahwa materi tidak punya
awal dan akhir. Materi tidak dapat binasa. Menurut dia, unsur dasar dari
segala-galanya adalah tanah, udara, api dan air. Keempat benda itu
tidak dapat saling dipertukarkan. Ia juga mengajarkan tentang
perpindahan jiwa. Dia sendiri mengatakan bahwa di waktu lampau, dia
sendiri adalah anak laki-laki, anak perempuan, tumbuhan, burung dan
ikan.
10. Anaxagoras (500-420 SM)
Sumbangan paling penting Anaxigoras bagi filsafat adalah teorinya
tentang rasio (nous). Jika Empodocles mengajarkan bahwa gerakan di jagad
raya disebabkan oleh kekuatan fisik cinta dan kebencian, maka
Anaxigoras mengatakan bahwa gerakan disebabkan oleh rasio. “Nous
memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang memiliki hidup, baik besar
maupun kecil”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar