Sabtu, 06 September 2014

Maafkan Aku...

Malam ini, ku mencoba untuk menghadirkan wajahnya dilangit-langit kamar. Matamu berbinar bahagia, bibirnya melengkungkan senyum termanisnya. Kukira Tuhan telah sempurna menciptakanya.

Tuhan, mengapa Kau ciptakan makhluk yang sempurna itu?
Mengapa Kau justru mempertemukanku dengan makhluk itu?
Mengapa Kau justru membuatku untuk mencintainya, Tuhan?
Mengapa Kau membuat mataku nyaman ketika aku melihat raut nya yang manis?

Ada apa dengan raga ini, Tuhan? Ada apa dengan hati ini? Seakan aliran listrik menyengat dengan tegangan terbesarnya ke tubuhku ketika ketemukan sosoknya disekeliling pandanganku dan seketika mataku kaku tak bisa memandang kearah selain dirinya.

Ada apa dengan semua ini, Tuhan?

Ketika ku tahu rasa ini hanya milikku saja, mengapa aku masih tabah menceritaknnya padaMu? Meminta dengan lancang padaMu untuk menjaganya dan menyampaikan rindu yang telah bertumpuk sejak lama.

Tuhan, mengapa aku tak bosan dengan aktivitasku yang melulu seperti ini? Mengapa aku pun memintaMu agar aku bisa terus menceritakan ini dan memintaMu kembali menyampaikan rindu itu serta mendoakannya penuh pilu.

Tuhan, malam sunyi ini, disaksikan bulan yang tengah purnama dengan lancangnya aku kembali meminta padaMu untuk menyampaikan rindu itu. Rindu yang kurajut dengan benang air mata. Rindu yang telah kukumpulkan sejak lama, rindu yang kusimpan dengan rapi, rindu yang ku tata dengan apik dihatiku, rindu yang tersimpan sempurna tiada tercecer sediktpun.

Tuhan, sampaikan rinduku pada makhluk yang mampu membuatku seperti ini. Yang mampu membuatku diam dalam rindu yang menggebu.

Tuhan, maafkan aku karena aku lancang menjadikanMu sebagai perantara rinduku padanya.


Dan untukmu Tuan, maafkan aku yang masih sibuk merangkai rindu untukmu. Maafkan aku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar